Tampilkan postingan dengan label BLINK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLINK. Tampilkan semua postingan
Seburuk ini, Apa Pantas Aku Hijrah?

Seburuk ini, Apa Pantas Aku Hijrah?

23.57

Seburuk ini, Apa Pantas Aku Hijrah? 
(Meneladani Kisah Taubatnya Hindun,  Wanita Pemakan Hati Manusia) 

Oleh : Ummu Kultsum

[Press Release Kajian BLINK #2]

Jum'at, 8 April 2018 (20 Rajab 1439 H) merupakan kali kedua Departemen Kemuslimahan Formasi Tarbawi FIP mengadakan BLINK pada semester ini. Alhamdulillah,  setelah dua pekan tidak dapat menghadirkan BLINK kepada muslimah FIP dikarenakan beberapa hal, kali ini BLINK hadir dengan tema menarik,  yaitu "Seburuk ini,  Apa Pantas Aku Hijrah?". Kajian kemuslimahan ini dinarasumberi oleh seorang muslimah menginspirasi bernama, Kak Ummu Kultsum ( Ilmu Komputer FMIPA 2014). Beliau merupakan Kadept. Kemuslimahan LDK Salim UNJ 2016-2017 dan Anggota Komisi C Bidang Kemuslimahan FSLDK JADEBEK. Agenda tersebut dimulai dari pukul 11.00 s.d 13.00 WIB bertempat di selasar Lt. 3 Mushola Tarbiyatul 'Ilmy, Gedung Daksinapati, FIP UNJ.

Selain ada kajian BLINK,  terdapat Stand Hijrah bagi siapa saja muslimah FIP yang ingin berhijrah. Di stand tersebut para muslimah bisa mendapatkan free hijab bagi kmu yang ingin hijrah,  konsultasi hijrah,  teman hijrah,  serta pernak-pernik muslimah dengan harga yang bersahabat. 
Pertama-tama, kajian BLINK dibuka oleh Putri Tamara (PenMas 2017) selaku MC kondang Qurrota 'Ayun Kemuslimahan Tarbawi FIP UNJ. Kemudian,  acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Kak Dinar Monita (BK 2016). Lalu,  ada pemberitahuan beserta penjelasan terkait muslimah care Tarbawi FIP yang telah aktif kembali serta mengajak seluruh peserta yang telah hadir dalam kajian BLINK untuk mengikuti (follow) akun instagram muslimah care. Selanjutnya,  dilakukan pembacaan CV Narasumber oleh Kak Desi Rahmawati (PenMas 2015) sebagai moderator.

Ka Ummu mengawali kajian BLINK kali ini dengan membahas Hindun bintu Utbah, sosok wanita kejam pada masa jahiliyyah dan menjadi teladan bagi para muslimah semenjak ia memeluk islam. Diceritakan,  seusai Perang Uhud, ia mengambil beberapa potong telinga dan hidung kaum muslimin yang terbunuh untuk dijadikan sebagai gelang kaki,  dan kalung. Pun,  ia dikenal sebagai wanita yang memakan hati paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib. Hal tersebut ia lakukan demi melunaskan kekecewaannya kepada Hamzah yang turut berperan  menewaskan anggota keluarganya di Perang Badar. Namun,  kebengisan Hindun seakan sirna saat Allah memberikan hidayah kepadanya bertepatan dengan peristiwa Fathul Makkah. Segala perbuatan tercela di masa jahiliyyah ditebusnya dengan menjadi muslimah  kaffah yang tak pernah absen dalam membela islam. 

Selain itu, dibahas pula kisah perdebatan antara Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab tentang seorang lelaki yang semasa hidupnya sebelum ia bertaubat telah membunuh 99 orang. Mereka berdebat apakah ruh lelaki itu akan dibawa ke surga oleh Malaikat Rahmat atau dibawa ke neraka oleh Malaikat Azab. Lalu,  Allah mengutus malaikat lain untuk menjadi penengah, yaitu mengukur jarak tempat lelaki itu meninggal dengan kedua tempat: Apakah tempat kejadian itu lebih dekat dengan tempat ia bermaksiat atau justru lebih dekat dengan negeri tempatnya ingin berhijrah. Setelah diukur, terlihat bahwa jarak ke negeri tempatnya  ingin mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala lebih dekat melebihi kisaran sejengkal saja. Ruh lelaki itu pun dibawa oleh Malaikat Rahmat ke surga. 

BLINK dilanjutkan dengan penyampaian langkah-langkah berhijrah oleh Kak Ummu, yaitu:
1. Bertaubat dengan sungguh-sungguh dan terus menerus
• Niat ikhlas karena Allah
Jika dalam bertaubat saja niat belum benar,  semisal taubat karena teman dikhawatirkan saat teman tersebut mengkhianati kita akan berbalik lagi ke fase sebelum berhijrah. 
•Menyesali perbuatan dosa yang telah diperbuat
•Tidak melakukan dosa atau kesalahan yang sama

2. Muhasabah (intropeksi diri) 

3. Memperbaiki ilmu dan memperdalam akhlak
Agar proses hijrah kita semakin mantap maka perlu membaca doa ketetapan hati yang sering dibaca Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam :

"Ya Muqallibal Quluub Tsabbit Qalbii 'Alaa Diinik" (Wahai dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku berada diatas agamaMu).

"Maka dari itu,  berhijrahlah. Yakin bahwa Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang serius dalam bertaubat meskipun dosa yang diperbuat melebihi dunia dan seisinya. Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Rabb yang Maha Penyayang untuk berhijrah, mengapa tidak kita maksimalkan hijrah kita?  Demikian halnya, kita tak akan kuat menyicipi panasnya neraka serta belum pantas untuk mendiami surga sebagai kampung halaman kita."

Kajian BLINK "Seburuk ini,  Apa pantas Aku Hijrah? " ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Kak Nadiyatul Haqi (BK 2015) selaku Mas'ulah Tarbawi FIP UNJ. Dilanjutkan dengan kata-kata penutup dari MC.


Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

09.15

Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

Oleh : Lutfhi Herdiyani

[Press Release Kajian BLINK]

Jakarta, 9 Maret 2018 – Jum’at, 9 Maret 2018 adalah minggu pertama di semester baru ini. Kegiatan pembelajaran Civitas Akademika UNJ pun aktif kembali, setelah menjalani libur akhir semester 107 lalu. Organisasi kampus pun, terlihat mulai aktif melaksanakan kegiatan rutinnya. Salah satu kegiatan itu ialah Kajian Blink, yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan, Formasi Tarbawi. Kajian Islam ini dilaksanakan pada Jum’at, 9 Maret 2018, bertempat di selasar Lt. 3 Mushola Tarbiyatul Ilmy, Gedung Daksinapati, FIP UNJ. Kajian ini dimulai pada siang hari, pukul 11.00 s.d 13.00 WIB.

Pada kesempatan ini, Belajar Islam Nuansa Keputrian atau biasa disebut BLINK mengangkat tema yang bisa dibilang cukup unik. Kajian yang dipersembahkan oleh Departemen Kemuslimahan Formasi Tarbawi FIP tersebut mengangkat tema yang berjudul “Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat?” Seperti kata-kata khas yang sering diucapkan oleh yang katanya Remaja Zaman Now. Narasumber yang membawakan materi dalam kajian ini pun, sangat spesial yaitu Ka Lutfhi Herdiyani (Pendidikan Khusus 2014) atau yang akrab dipanggil Ka Upi, beliau merupakan Mas’ulah Tarbawi 2017.

Ka Upi mengawali kajian dengan membahas tentang sosok perempuan, mulai dari sifatnya, hingga kemuliaan yang ada pada perempuan dalam Islam. Mengingat hari sebelum kajian ini berlangsung, ialah Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2018, kajian ini terasa sangat istimewa, karena membawakan materi mengenai fitrah perempuan dalam Islam. Wanita/perempuan adalah makhluk yang suka akan keindahan, ia ingin dihormati, dan ia pun makhluk yang sensitif.

Selain itu, dibahas pula bahwa wanita merupakan sosok yang mulia. Fitrahnya ialah mulia sebagai anak, mulia sebagai seorang ibu, mulia sebagai seorang istri, dan merupakan makhluk yang paling dilindungi, karena ia tidak diperkenankan menjadi korban perang. Oleh karena sifat dan kemuliaan seorang wanita, laki-laki diminta untuk lembut kepada wanita.

Sayangnya saat ini semakin bermunculan paham “Feminisme”, yang dalam sejarahnya merupakan wujud kemarahan kaum wanita yang mengalami kekerasan fisik, psikologis, diskriminatif, hingga adanya perbudakan kepada kaum wanita, seperti yang terjadi di Perancis, dan negara barat lainnya. Tentu saja, hal ini tidak berlaku dibeberapa negara Islam.

Perlindungan / gerakan yang dilakukan untuk menjaga hak perempuan, memang masih sejalan dengan yang diajarkan oleh Islam. Namun tentang feminisme, ia semakin memperlihatkan pertentangan dengan Islam. Mengapa? Karena adanya makna dari sebuah gender yang dapat diubah melalui jalur-jalur formal seperti pendidikan, dan lembaga hukum. Feminisme dapat menuju pada LGBT pada akhirnya. Serta, adanya feminisme yang diakui oleh banyak orang merupakan pencapaian tertinggi seorang feminis!

“Tidak ada dominan laki-laki di dunia ini. Dan perempuan jadi bebas berekspresi.” Apakah benar, bila begitu? Allah ciptakan kehidupan yang berpasang-pasangan. Seperti pada Q.S Az-Zariyat [51:49], yang artinya :

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” Oleh karena itu, kita sebagai hambaNya harus menyadari bahwa Allah punya hak mengatur kehidupan hambanya. Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

Zaman mulai berubah, jangan sampai kita hanya asyik dengan dunia kita sendiri, tidak mau menambah ilmu dengan membaca, enggan berdiskusi dengan kawan, terus membudayakan sifat malas, dan hanya stuck berada di zona nyaman. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih baik, tidak hanya sekedar mencari eksistensi pribadi, seperti suka sembarang mengunggah foto pribadi. Wahai sobat muslimah, kamu itu berharga, jangan mau sembarang dilihat banyak orang, selain kepada mahrammu.

Gunakanlah media untuk hal-hal yang bermanfaat, karena kita tidak tahu kebaikan mana yang akan diterima olehNya atau tidak. Jangan lupa, sebagai makhluk sosial kita juga membutuhkan orang lain dalam hidup. Jangan sendirian saja, berat, kamu nanti tak kuat, mari hijrah berjamaah! InsyaAllah, akan terasa lebih ringan bebanmu itu. 😊



Editor : qq


Wanita Guru Pertama Bagi Anak - Anaknya

21.01


FORMASI TARBAWI - jum'at (13/3) BLINK hadir dengan mengangkat tema kajian "Wanita Guru Pertama Bagi Anak - Anaknya". pada BLINK kali ini dihadiri oleh puluhan muslimah FIP dengan narasumber Ibu HARTINI NARA, M.Si. Beliau juga selaku dosen PLB menerangkan peran muslimah sebagai seorang anak, istri dan juga sebagai seorang ibu.

sebelum datang Islam wanita seolah tidak ada harganya bahkan dibunuh hidup - hidup. Islam datang memuliakan wanita, sepeti Islam menjaga kehormatan wanita mulai dari cara berpakaian.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri - istrimu, anak - anak perempuan mu dan istri - istri orang mukmin : "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Ahzab:59)

Peran Muslimah Sebagai seorang istri

Sesungguhnya laki - laki dan perempuan yang muslim, laki - laki dan perempuan yang mukmin, laki - laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki - laki dan perempuan yang benar, laki - laki dan perempuan yang sabar, laki -laki dan perempuan yang khusyu', laki - laki dan perempuan yang bersedekah, laki - laki dan perempuan yang berpuasa, laki - laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) ALLAH, ALLAH telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab:35)

Seorang istri merupakan sahabat bagi suaminya bahkan suami istri merupakan sahabat terdekat bagi keduanya, saling mensuport dalam kebaikan, terus belajar menjadi seorang istri yang dapat memahami keadaan suami, mendampingi suami dalam keadaan suka dan duka.

Peran Muslimah Sebagai Seorang Ibu

Seorang ibu merupakan madrasah awal bagi anak -  anaknya. Sebagai seorang ibu, muslimah harus mempunyai wawasan serta ilmu yang memadai baik ilmu agama maupun akademik. mengapa hal itu penting?

Karena awal pendidikan seorang anak diberikan oleh ibu, jika seorang muslimah sebagai ibu cerdas dan tentu saleha maka anaknya pun akan mendapatkan pendidikan yang baik.

***

Press Release BLINK