Attitude : The Way of Success

Attitude : The Way of Success

21.12

Pemateri : Ust. Derysmono, Lc, MA

[Press Release Kajian #Sans]

Jakarta, 29 Maret 2018 – Pada hari ini Pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar, salah satu departemen yang ada pada Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi telah mengadakan kajian islam rutin mereka yang bernama #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada hari Kamis 29 Maret 2018, pukul 16:00 s.d 17:30 dan bertempat pada selasar Lt. 3 Musholla Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.

Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul “Attitude : The Way of Succes”. Kajian ini dibuka oleh pembawa acara dan sebagai hiburan pembuka, dilakukanlah Nasyid oleh Aditya Fajri dengan Muhamad Fadli Sudirman. Tak lupa juga dilanjutkan dengan murottal Qur’an secara berjama’ah. Setelah itu dilakukan pembacaan Al-matsurat sembari menunggu kedatangan Narasumber yang mengalami sedikit keterlambatan.

Narasumber pada kajian ini ialah Ust. Derysmono, Lc, MA akan membahas tentang adab dalam menuntut ilmu. Diawali dengan membahas bahwa sesungguhnya dalam majelis itu turun rahmat Allah. Rahmat Allah itu berperan besar bagi kita untuk memasuki surganya Allah. Jika kita hanya menghandalkan ibadah kita saja, itu tidak ada apa-apanya di mata Allah. Disebutkan bahwasannya keutamaan hadir dalam majelis yaitu :

  • Memperoleh ketenangan
  • Mendapatkan rahmat dari Allah SWT
  • Dinaikkan derajatnya
  • Dijelaskan juga bahwa datang ke majlis itu diniatkan karena Allah, hanya karena Allah. Tidak boleh karena hal lain. Jika niatnya saja salah maka prosesnya pun akan salah hingga output(hasil)nya juga pun akan salah.


Selanjutnya dijelaskan juga oleh nasasumber berbagai adab dalam menuntut ilmu. Di antaranya adalah
Ikhlas karena Allah
Dari umar bin khattab, Nabi Muhammad SAW bersabda
" Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan,….."

Sedangkan dari Jabir bin Abdillah, Nabi Muhammad SAW bersabda
“Janganlah belajar ilmu agama untuk berbangga diri di hadapan para ulama, untuk menanamkan keraguan pada orang yang bodoh, dan jangan mengelilingi majelis untuk maksud seperti itu. Karena barangsiapa yang melakukan demikian, maka neraka lebih pantas baginya, neraka lebih pantas baginya.”

Dari dua hadits tersebut dapat dikatakan bahwasannya adab pertama dalam menuntut ilmu itu adalah harus ikhlas semata-mata hanya karena Allah. Harus diniatkan dari awal bahwa menuntut ilmu itu adalah karena Allah.
Dijelaskan juga bahwa menuntut ilmu adalah hukumnya wajib bagi setiap muslim dan ditekankan bahwa diutamakan adabnya terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu

Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya
Mencari kebenaran dan sabar
Sabar dalam hal ini termasuk yaitu sabar dalam ibadah; sabar dalam  menahan diri, menahan diri dari hawa nafsu; dan kesabaran dalam istiqomah

Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib


31/3/2018

Flashback : The Wonderful Story of Youth

Flashback : The Wonderful Story of Youth

08.07

Flashback : The Wonderful Story of Youth
Oleh : Ust. Fahmi Irhamsyah

[Press Release Kajian #Sans]

Jakarta, 22 Maret 2018 – Salah satu Lembaga Dakwah Fakultas di UNJ yaitu Formasi Tarbawi, sore ini telah mengadakan kajian islam perdana umum mereka yaitu Kajian #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Maret 2018 bertempat di selasar Lt. 3 Mushola Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ. Kajian ini dilaksanakan pada pukul 16.00 s.d 17.00 dalam rangka kajian mingguan yang akan selalu dilaksanakan oleh pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar Formasi Tarbawi FIP UNJ setiap Kamis sore.
Pada Kajian Santai sore kali ini atau biasa disebut #Sans mengangkat sebuah tema yang berjudul “Flashback The Wonderful Story Of Youth”. Kajian ini diawali dengan pembacaan Basmallah dilanjutkan dengan murottal Qur’an dan sambutan sekaligus pemotongan pita sebagai simbolik oleh Mas’ul Tarbawi tahun ini yaitu Aditya Fajri. Sebagai hiburan pembuka, maka dilakukanlah stand up dakwah oleh Kholilurrohim Sutopo (Ketua BEM FIP 2016-2017) sebelum akhirnya pengisian materi oleh narasumber.
Narasumber pada kesempatan ini adalah Ust. Fahmi Irhamsyah yang memulai materi dengan menunjukkan berbagai macam fenomena-fenomena dan realitas pemuda pada zaman millennial sekarang dan zaman dahulu dari segala perspektif baik dan buruknya.
“Jika pemuda memiliki akal lemah, apa yang bisa diandalkan? Sesungguhnya pemuda memiliki akal yang tajam.”
Begitulah kutipan yang diberikan oleh narasumber. Maka dari itu salah satu tujuan diturunkan akal yang tajam yaitu sebagai
1.      Menjaga amal
2.      Menjaga agama
3.      Menjaga jiwa
4.      Menjaga harta : diturunkan syari’at membayar zakat, infaq dan lain lain
5.      Menjaga keturunan : diharamkan zina, disunnahkan untuk menikah
Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian berbagai macam tokoh di seluruh dunia termasuk tokoh yang mempunyai masa muda yang luar biasa masa muda nya sekaligus menjadi topik pembicaraan utama dalam kajian yaitu sosok pemuda bernama Muhammad Al Fatih.
Dikisahkan bahwa Al Fatih adalah sosok pemuda yang ketika kecil tergolong anak yang sulit diatur oleh guru-gurunya. Guru-gurunya pun takut menegurnya dikarenakan Al Fatih adalah seorang anak Sultan yang kaya. Suatu ketika sang ayah bertemu dengan seseorang bernama Syekh Syamsuddin lalu diserahkanlah anaknya kepada Syekh tersebut untuk dibenahi adabnya dan diberikan ilmu kepadanya.
Terdapat perubahan signifikan terhadap Al Fatih setelah ia diserahkan kepada Syekh tersebut,. Setiap hari ia menjadi pribadi yang semakin baik  adabnya. Diberikanlah ilmu kepadanya setelah adabnya semakin baik, dan dilanjutkan dengan memperbaiki iman sekaligus mempelajari qur’an.
Syekh Syamsuddin selalu mempunyai cara untuk memperbaiki Al Fatih muda untuk menjadi lebih baik. Salah satu caranya ialah dengan membawa Al Fatih ke benteng Konstatinopel dan memberinya tugas untuk melewati benteng tersebut. Selain itu juga diajak ke makam Ayub Al Anshori, seorang mujahid, agar Al Fatih muda selalu termotivasi hingga akhirnya ia dapat menjadi pemuda yang tangguh pada masanya.
Dibahas juga bahwasannya Nabi memberikan 2 hal kepada kita sebagai pemuda, generasi millennial yaitu
1.      Penaklukan Roma
Jika melihat keadaan saat ini:
a.       Negara di bagian Eropa sedang marak-maraknya LGBT
b.      Komunitas Islam semakin banyak
c.       Demografis penduduk Islam semakin meningkat
2.      Kebangkitan Islam
a.       Di eropa : tukang kebab di Eropa sudah berdagang sambil berdakwah
b.      Semakin banyak penghafal Al-Qur’an
Dari kisah dalam kajian ini dapat ditarik kesimpulan bahwasannya persiapan kita sebagai pemuda ialah memperbaiki adab, iman, dan memperbanyak ilmu ke depannya.
Setelah penyampaian materi dilakukanlah sesi tanya jawab. Terdapat antusias dalam sesi tanya jawab ini. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib

24/3/2018

Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

09.15

Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat ?

Oleh : Lutfhi Herdiyani

[Press Release Kajian BLINK]

Jakarta, 9 Maret 2018 – Jum’at, 9 Maret 2018 adalah minggu pertama di semester baru ini. Kegiatan pembelajaran Civitas Akademika UNJ pun aktif kembali, setelah menjalani libur akhir semester 107 lalu. Organisasi kampus pun, terlihat mulai aktif melaksanakan kegiatan rutinnya. Salah satu kegiatan itu ialah Kajian Blink, yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan, Formasi Tarbawi. Kajian Islam ini dilaksanakan pada Jum’at, 9 Maret 2018, bertempat di selasar Lt. 3 Mushola Tarbiyatul Ilmy, Gedung Daksinapati, FIP UNJ. Kajian ini dimulai pada siang hari, pukul 11.00 s.d 13.00 WIB.

Pada kesempatan ini, Belajar Islam Nuansa Keputrian atau biasa disebut BLINK mengangkat tema yang bisa dibilang cukup unik. Kajian yang dipersembahkan oleh Departemen Kemuslimahan Formasi Tarbawi FIP tersebut mengangkat tema yang berjudul “Yakin Bisa Sendiri, Kamu Kuat?” Seperti kata-kata khas yang sering diucapkan oleh yang katanya Remaja Zaman Now. Narasumber yang membawakan materi dalam kajian ini pun, sangat spesial yaitu Ka Lutfhi Herdiyani (Pendidikan Khusus 2014) atau yang akrab dipanggil Ka Upi, beliau merupakan Mas’ulah Tarbawi 2017.

Ka Upi mengawali kajian dengan membahas tentang sosok perempuan, mulai dari sifatnya, hingga kemuliaan yang ada pada perempuan dalam Islam. Mengingat hari sebelum kajian ini berlangsung, ialah Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2018, kajian ini terasa sangat istimewa, karena membawakan materi mengenai fitrah perempuan dalam Islam. Wanita/perempuan adalah makhluk yang suka akan keindahan, ia ingin dihormati, dan ia pun makhluk yang sensitif.

Selain itu, dibahas pula bahwa wanita merupakan sosok yang mulia. Fitrahnya ialah mulia sebagai anak, mulia sebagai seorang ibu, mulia sebagai seorang istri, dan merupakan makhluk yang paling dilindungi, karena ia tidak diperkenankan menjadi korban perang. Oleh karena sifat dan kemuliaan seorang wanita, laki-laki diminta untuk lembut kepada wanita.

Sayangnya saat ini semakin bermunculan paham “Feminisme”, yang dalam sejarahnya merupakan wujud kemarahan kaum wanita yang mengalami kekerasan fisik, psikologis, diskriminatif, hingga adanya perbudakan kepada kaum wanita, seperti yang terjadi di Perancis, dan negara barat lainnya. Tentu saja, hal ini tidak berlaku dibeberapa negara Islam.

Perlindungan / gerakan yang dilakukan untuk menjaga hak perempuan, memang masih sejalan dengan yang diajarkan oleh Islam. Namun tentang feminisme, ia semakin memperlihatkan pertentangan dengan Islam. Mengapa? Karena adanya makna dari sebuah gender yang dapat diubah melalui jalur-jalur formal seperti pendidikan, dan lembaga hukum. Feminisme dapat menuju pada LGBT pada akhirnya. Serta, adanya feminisme yang diakui oleh banyak orang merupakan pencapaian tertinggi seorang feminis!

“Tidak ada dominan laki-laki di dunia ini. Dan perempuan jadi bebas berekspresi.” Apakah benar, bila begitu? Allah ciptakan kehidupan yang berpasang-pasangan. Seperti pada Q.S Az-Zariyat [51:49], yang artinya :

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” Oleh karena itu, kita sebagai hambaNya harus menyadari bahwa Allah punya hak mengatur kehidupan hambanya. Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

Zaman mulai berubah, jangan sampai kita hanya asyik dengan dunia kita sendiri, tidak mau menambah ilmu dengan membaca, enggan berdiskusi dengan kawan, terus membudayakan sifat malas, dan hanya stuck berada di zona nyaman. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih baik, tidak hanya sekedar mencari eksistensi pribadi, seperti suka sembarang mengunggah foto pribadi. Wahai sobat muslimah, kamu itu berharga, jangan mau sembarang dilihat banyak orang, selain kepada mahrammu.

Gunakanlah media untuk hal-hal yang bermanfaat, karena kita tidak tahu kebaikan mana yang akan diterima olehNya atau tidak. Jangan lupa, sebagai makhluk sosial kita juga membutuhkan orang lain dalam hidup. Jangan sendirian saja, berat, kamu nanti tak kuat, mari hijrah berjamaah! InsyaAllah, akan terasa lebih ringan bebanmu itu. 😊



Editor : qq


#PastInspiring-SNJ

#PastInspiring-SNJ

19.56
Mentoring Squad: MY INSPIRING in LIVE
Oleh Siti NurJannah, Pendidikan Luar Biasa/2016

“Jika kesan awal bersamanya sudah menyenangkan mana mungkin hati menolak tuk berjumpa di tiap minggu bersamanya”
“Dek nanti datang ya kesini”
“Oke kak, di ikhtiarkan”
Kurang lebih seperti itulah percakapanku pada seorang kaka yang saat itu sedang memegang amanah membina ku. Ku ikhtiarkan datang ke tempat yang katanya amniyah itu meskipun harus aku perjuangkan dengan ikhtiar seikhlas mungkin karena pada saat itu pun aku sedang bentrok dengan satu agenda di Bogor. Sesampainya disana barulah ku sadari bahwasannya kedatangan ku kesana adalah untuk perpindahan ku atau biasa dibilang regrouping halaqoh ku.
Selepas dari agenda tersebut aku di minta sang kaka untuk menghubungi kontak yang beliau kasih yang selanjutnya akan menjadi orang yang di amanahkan membinaku dan akan menjadi sosok murobbiyah penuh INSPIRING.
Maka di mulailah kisahku bersamanya………
 

Awal mula ku menerima kontak beliau adalah antara sedih dan senang, senang karena ku di satukan dalam satu lingkaran oleh saudariku yang sejak awal memasuki dunia kampus sudah melingkar bersamanya, akan tetapi sedih karena ku merasa “lagi-lagi pas nyaman di regrouping”. Jujur awalnya ku enggan untuk cepat-cepat menghubungi beliau, akan tetapi rasa malu seketika menyergap jiwa ini kala saudariku bertanya “sudah di hubungi belum dek kak Ziah nya?”. Dengan senyum malu-malu ku jawab akan segera kuhubungi, karena telah terlanjur berjanji jadilah aku menghubungi kaka ini, memperkenalkan diri seperti biasanya dan disambut dengan balasan yang kurasakan bersahabat pada saat itu. Tak lama dari setelah ku menghubungi beliau tiba-tiba beliau memintaku “Dek bisakah jika besok liqo?” ah disitu rasanya ku terharu, kenapa? Karena seharusnya beliau tak perlu bertanya bisa atau tidaknya aku, karena liqo adalah kebutuhan ku, liqo adalah hal pertama yang harus ku prioritaskan, meskipun mungkin pesan itu terkesan dadakan karena aku belum lama menghubungi beliau, tapi lagi-lagi cara santun dan menghargai orang lain beliau inilah yang mungkin harus ku gali ilmunya dari beliau.
Dan saat pertama kali datang ke lingkaran baru ini canggung memang yang kurasa, aku merasa seperti anak baru yang datang dari jauh :p mencoba berkenalan satu persatu dengan mereka walaupun sebagian besar sudah ku kenal sebelumnya. Tak lama setelah itu tibalah sang kaka yang ku nanti hadirnya datang, dengan seperti terburu-buru beliau duduk dan bertanya perihal yang mana diriku, ku angkat tangan kananku sambil tersenyum saat beliau memanggil namaku. Setelah itu mulailah beliau menyampaikan materi yang menjadi bahasan pada saat itu, saat-saat beliau menyampaikan materi dengan gaya nya yang khas, pada saat itulah ku akui kekagumanku pada pemahaman ilmu beliau, bicaranya yang cepat tapi tak satupun tak memiliki makna dari bahasanya, dengan fokus ku perhatikan tiap kata yang keluar dari mulut beliau dan dalam hati terus saja diri ini bergumam “ya ampun ini ilmu kek nya luas banget deh, bahasanya fasih” tak berhenti sampai di situ kekagumanku pada beliau saat beliau izin untuk pindah ke liqo-an sebelahnya pun lagi-lagi aku bergumam “pantesan buru-buru binaannya banyak to, kasian dia pindah-pindah gitu pasti cape”. Yah itulah beliau murobbiyah INSPIRING ku binaannya banyak, ilmunya luas, bahasanya penuh makna dan sikapnya yang penuh dengan kelembutan dan kesopanan. Selain itu beliau merupakan seorang hafidzoh yang sangat dekat dengan Al-qur’an, semenjak kehadiran beliaulah rasanya aku malu untuk bernalas-malsan tilawah dan semangat ku untuk menghafal Al-qur’an pun semakin meningkat. Dan juga berkaca pada sikap murobbiyah inspiring ku ini, banyak hal yang akhirnya aku perbaiki dalam diri, mulai dari pola tidurku, tata bicara ku, dan bagaimana aku mulai menyederhanakan tiap-tiap rasa di hatiku.
Selepas dari INSPIRINGnya beliau yang di atas, kutemukan pula sosok penyayang dan romantisnya beliau dengan caranya tersendiri. Pada suatu Ba’da maghrib beliau berusaha menghubungiku, menanyai keberadaan ku, menghubungiku berkali-kali bahkan dengan bantuan orang lain. Saat aku tersadar sosok yang tak ingin aku membuatnya menungguku mencari ku hingga ke grup-grup, saat itu rasanya campur aduk antara panik, takut, tapi juga senang. Ku putuskan kuselesaikan urusanku pada saat itu (meskipun belum kelar) untuk menemui beliau, pergi dari keramaian urusanku dan mencari sosok murobbiyah ini, sambil berjalan sambil ku ucapkan istighfar kali-kali aja beliau mencariku karena aku berbuat khilaf (karena ngerasa) . Sesampainya aku di hadapan beliau ku ulurkan tangan ku untuk menjabat beliau dan menuturkan permohonan maaf karena telah membuatnya mencariku, tetapi di luar dugaan dari tangannya itulah pula terselip embel-embel yang akhirnya aku bawa ke rumahku disini. Melihat itu entah apa yang kurasa pada saat itu, senang sangat pasti jika boleh ku menari mungkin ku akan menari di tengah parkiran motor kala itu :p bagaimana tidak beliau rela-relain masak buat aku (pede dikit  gak apa-apa lah ya) J ah romantisnya beliau membuat diriku merasa ada di hati kaka ku ini. Jazakillah khoir kaka :XD dan aku merasa cara mu ini pun patut untuk ku contoh kak. Kehadiranmu mengajarkan ku banyak hal dalam hidup kak.

Mungkin hal di atas hanya sedikit mengenai inspiringnya, romantisnya, atau bahkan heroiknya (tanpa kenal lelah mebina) beliau yang kuceritakan, masih banyak hal lagi yang mungkin tak dapat kuceritakan, karena ku ingin menikmati waktu indahnya ukhuwah bersama beliau tanpa mungkin orang lain ketahui.
Sebagai penutup: Berminggu-minggu sudah ku melewati waktu menimba ilmu bersama beliau, makin dekat pula rasanya hati ini untuk membuat beliau bahagia, rasanya tak ingin diri ini membuat beliau merasa terluka tapi apalah daya khilaf ini sering kali membuatnya mungkin merasa gagal membina hal dasar dalam diri ini, tapi proses tak berhenti sampai disini, akan terus berlanjut bersama beliau hingga Allah takdirkan untuk kami berpisah sejenak, dan ketika perpisahan itu datang, aku tetap sayang kamu kak (kasih mawar :p)

 Rawamangun 03 Desember 2017
#PastInspiring-HZ

#PastInspiring-HZ

19.52
Mentoring Squad: Pertemuan yang indah dalam karya terukir
Oleh Hanifah Z, Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini/2016


Pertemuan, Sering kali di dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak bertemu dengan orang lain disekitar kita. Entah hanya bertemu, berpapasan atau mungkin berada di suatu tempat yang sama, tetapi tidak saling menyadari. Namun, dalam sekejap semua itu hilang. Orang-orang datang dan pergi dalam kehidupan kita, namun aku percaya bahwa semua yang datang dan pergi adalah rencana yang indah dari Nya. Setiap pertemuan memiliki arti. Entah itu sekedar mengingatkan sesuatu, menemukan seseorang yang berpengaruh dalam hidupmu. Entah untuk belajar atau mengajarkan, entah hanya untuk sesaat atau selamanya, entah nantinya akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Namun, semua itu adalah rencanaNya yang indah. Siapapun, darimanapun, dan kapanpun hadir seseorang yang kita temui pasti memiliki pengaruh dalam hidup kita, sekecil apapun pengaruh mereka tentulah memiliki arti dalam hidup kita.
Seperti halnya diriku. Diriku yang dipertemukan dengan seseorang yang telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam hidupku. Seseorang yang selalu memberikan arti dalam setiap perjumpaan kita. Seseorang yang selalu menasehati, mengajarkan, dan memberikan kesan yang baik dalam hidupku. Seseorang yang selalu menginspirasi dalam setiap kisahnya. Seseorang yang memiliki tutur kata seindah mutiara. Seseorang yang selalu menyadarkan terkait iman. Seseorang yang setiap langkahnya selalu menyebut namaMu. Seseorang yang setiap langkah dan gerak geriknya selalu berdzikir kepadamu. Seseorang yang setiap detik sambil melakukan ini itu selalu murojaah bagaikan Al-Qur’an berjalan. Seseorang yang telah dipertemukan dalam ketaatan. Seseorang yang sosoknya selalu dicintai oleh uamtnya. Seseorang yang telah membimbing setiap langkah di jalanNya. Yaa seseorang itu adalah murabbiah. Sang murabbiah.
Pertemuan yang begitu mengesankan dengannya. Yang telah merubah hidupku, yang selalu membuatku teringat padaNya ketika sedang melihatnya. Sungguh betapa bersyukurnya hati dan diri ini ketika Allah mentakdirkan diri ini bertemu dengan sosok sepertimu. Betapa bersyukurnya diri ini ketika ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi binaan mu.
Yang awalnya diri ini tidak mengerti apa-apa tentang dakwah, yang awalnya diri ini tidak begitu mementingkan halaqoh, yang diri ini tidak terondisikan perlakuannya. Yang diri ini selalu melakukan seenaknya saja. Yang diri ini memiliki kisah dulu yang jahiliyah. Namun, ketika dipertemukan dengannya, semua itu hanya menjadi pembelajaran. Ketika dipertemukan dengannya aku menyadari peran sebagai seorang muslimah, menyadari peran kita sebagai da’iyah, menyadari bahwa setiap manusia memang memiliki masa kelam, namun semua itu akan hilang dan setiap orang akan ada masa hijrahnya. Dan aku mengerti, bertemu dengan mu adalah takdir Allah yang ingin mengubahku menjadi sesosok muslimah yang sebaik-baiknya perhiasan didunia. Allah mentakdirkan dirimu sebagai tokoh yang menginspirasi setiap hijrahku. Allah yang telah mentakdirkan mu menjadi seorang murabbiah yang bisa menuntunku ke jalanNya. Dalam pelukanmu ku selalu merasakan ketenangan dan kenyamanan.
Hari demi hari, detik jam telah berlalu. Waktu-waktu yang kulewati telah memiliki kesan yang unik dan indah. Waktu yang telah diberikan amunisi iman lewat kisah-kisah maupun nasehat-nasehat yang indah darinya. Banyak pembelajaran yang kudapat darinya. Mulai dari pengorbanan yang diberikan untuk berjuang di jalan dakwah. Sampai mengetahui dan menjalankan peran sebagai seorang da’iyah.
Mungkin bagi setiap orang  jauh dari keluarga dan sanak saudara adalah hal yang sulit. Jauh dari tanah kelahiran, jauh dari orang tua, kakak-adik, dan jauh dari tempat-tempat yang sering dilewati di kampong halaman. Bertahun-tahun tidak pulang, bertahun-tahun tinggal disebuah rumah kecil  di tanah kelahiran orang lain. Sulit memang bagi sebagian orang. Namun berbeda dengan sosoknya, bereda dengan sosok murabbiah ku. Beliau mengorbankan setiap waktunya bersama keluarga untuk kepentingan dakwah untuk menjalankan perintahNya. Sosok yang merindukan tanah keliharannya, tetapi beliau tahan itu agar tetap fokus dijalan dakwah ini. Apapun dilakukan, apapun dikorbankan agar selalu bisa membina. Sosok yang bisa mengajarkan apa saja teapi tidak ingin menjadi guru, maunya jadi murabbiah saja. Karena memang dirimu lebih mulia menjadi seorang murabbiah kak.
Betapa heroiknya dirimu, engkau selalu tabah atas perlakuan binaan mu yang terkadang membuat hatimu kecewa, yang terkadang tidak bersegera dalam seruanmu. Engkau selalu kuat dan tabah ketika dirimu mulai merindukan keluarga disana. Tapi  kau yakin, keluarga disana ada Allah yang melindungi. Semoga Allah selalu melindungi keluarga dan juga dirimu kak.
Kak, terima kasih. Jazakillah khoiran katsiran atas segalanya. Semuanya yang telah kau berikan kepadaku. Semua ilmu-ilmu yang begitu bermanfaat bagi ku. Terimakasih untuk selalu mendoakanku. Terimakasih untuk selalu menerima sifatku yang seperti ini. Terimakasih untuk selalu membimbingku sampai aku mengerti peranku sebagai muslimah. Terimakasih telah memberikan kisah inspiratif yang selalu membuat diri ini tergerak hatinya untuk tetap berjuang di Jalan Dakwah. Terimakasih atas waktu yang engkau laungkan untuk membinaku. Terimakasih atas semua perlakuan mu yang begitu mengesankan untukku. Terimakasih kak, terima kasih. Terimakasih atas segalanya kak. Terima kasih atas pertemuan ini. Terima kasih atas keheroikannya dirimu untuk membina ku kak. Beribu-ribu kuucapkan terimakasih atas semua yang engkau berikan kepadaku.
Kak, maafkan diri ini ketika diri ini masih nakal, maafkan diri ini ketika aku masih membuatmu kecewa. Maafkan diri ini yang tidak selalu bersegera dalam seruanmu. Maafkan aku yang tidak memberikan kesan terbaik menjadi seorang mutarabbi. Maafkan diri ini yang tidak menghargai dan tidak menghormati setiap pengorbanan mu. Maafkan diri ini yang belum juga menyadari peran sebagi muslimah. Maafkan diri ini, yang begitu takut untuk mengganggumu. Maafkan diri ini yang telah menyembunyikan dan takut untuk bercerita dengan mu. Beribu-ribu kata maaf pun ku utarakan.
02 Desember 2017. Hari dimana Allah mentakdirkan dirimu untuk melepas kami. Melepas diriku menjadi seorang mutarabbimu. Hari dimana Allah telah mentakdirkan bahwa tugasmu menjadi seorang murabbiyah di sini telah selesai. Dan mengizinkanmu untuk kembali ke tanah kelahiran, kembali bertemu dengan keluarga, kembali berpamitan dengan sang bunda. Dan melanjutkan dakwah di tanah kelahiran mu. Hari dimana mungkin adalah awal dari perpisahan kita kak. Bahkan di akhirpun kau selalu memberikan kesan yang terbaik dalam hidupku.
Yaa begitula, memang sudah rencanaNya, sudah takdir dariNya bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Sedih, meraung-raung hati ini tidak terima harus ditinggal olehmu. Tetapi, ini adalah takdir yang indah dalam karya terukir. Bahwa siapapun harus melanjutkan perjalannannya walau orang-orang yang berkesan disekitarnya telah pergi, karena itu sebagai hadiah untuk orang-orang tersayang. Aku tidak menyesal dengan perpisahan ini, karena aku percaya, yakin bahwa Allah telah merencanakan yang terbaik untukku dan untukmu kak.
Perpisahan dengan orang yang dicintai memang sulit. Namun, itulah takdirnya. Siap ga siap semua akan terjadi. Kita tidak tahu kapan kita akan pergi, kita tidak tahu kapan orangorang yang kita sayangi akan pergi dari kehidupan kita. Karena semuanya adalah rencanaNya yang tidak ada seorangpun yang tahu. Dan perpisahan ii adalah awal dari jalan yang baru, jalan juang yang akan datang. Karena perpisahan ini bukan akhir dari segalanya.
Akan selalu aku ingat pertemuan singkat kita, pertemuan yang selalu memberikan makna, pertemuan yang selalu memberikan ibroh disetiap detiknya. Pertemuan yang indah yang telah terukir dalam karyaNya.
Kak, izinkan. Izinkan diri ini menyimpan kenangan indah kesan hidup yang indah yang telah kau berikan kepadaku, izinkan diri ini merindukanmu kak. Izinkan diri ini merindukan sang murabbiah heroik sepertimu. Izinkan aku merindukanmu kak izinkan aku untk selalu mencintaimu.
Walau tak selamanya aku ada menemanimu, tak selamanya aku membersamaimu. Namun aku yakin, karena ada Allah yang selalu menemani dan membersamaimu. Karena Allah lebih mencintaimu, karena Allah memiliki cinta yang besar kepadamu kak. Karena Allah yang menguatkanmu kak. Karena Allah yang membuat mu begitu sempurna kak. Karena Allah mencintaimu.
Semoga Allah selalu menjagamu kak, semoga kita dipertemukan lagi di jalan Nya atau mungkin di surgaNya. Ma’assalamaJ

Ana Uhibbuki Fillah kak….
For you SFW.

HZ.



#PastInspiring-Marlan

#PastInspiring-Marlan

13.41
Mentoring Squad: Suka Duka Dilingkaran Mentoring
Oleh Marlan, Pendidikan Luar Biasa/2017
Kehidupan kampus begitu menyenangkan, kebebasan teruntuk siapa saja, tanpa ada yang melarang ini dan itu. Saya rasa kiranya perlu membentengi diri agar tidak terperangkap dan terjerumus kepada jalan yang sedikit membelok dari ajaran dan aturan tiap-tiap agama. Memang awal memasuki dunia kampus semua mahasiswa baru dicekoki dengan kegiatan keagamaan, semua agama saya kira, salah satunya adalah mentoring. Mentoring menjadi salah satu wadah dan langkah awal untuk membentengi mahasiswa baru agar tidak menyimpang dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Begitupun dengan saya dan teman-teman, kami biasa menyebutnya dengan kelompok ikhwanul muslimin.
            Semua mentor saya lihat mereka melakukan action terbaiknya untuk dapat menarik perhatian juniornya, untuk dapat mempertahankan kholaqohnya agar tetap utuh. Akan tetapi seleksi alamlah yang menentukan, banyak orang yang berguguran di tengah perjalanan. Entahlah, mereka ada yang menghilang begitu saja, ada yang berucap sibuk ketika kami mengajaknya untuk berkholaqoh barangkali hanya sebentar, ada yang beralasan ini dan itu. Inilah yang menjadikan semangat teman-teman yang lain mengendur begitu pun saya, terkadang dilingkaran mentoring hanya ada satu, dua dan paling banyak tiga orang. Ketika mentor bertanya, “kemana yang lain?”, kami hanya menunduk, tersenyum dan terkadang menjawab “biasa lah bang”.
            Kejenuhan sering kali datang dilingkaran mentoring kami, namun kami terus menikmatinya dan itu hal yang wajar, didalam perjuangan menegakan aqidah pasti ada tantangannya, tidak selalu berjalan dengan mulus dan halus, pasti ada airmata yang ikut serta mengiringi langkah kami. Mentor selalu memberikan nasihat terbaiknya, menyemangati lingkaran mentoring ketika kejenuhan datang dan semangatnya dalam menegakan syariat itu yang patut kami contoh.
            Tak hanya itu, untuk menghilangkan kejenuhan terkadang kami mencari tempat-tempat yang baru untuk mentoring, entah itu tempat makan, tempat yang sejuk dan sebagainya. Lingkaran mentoring ini menjadikan kami lebih baik lagi, lebih mengerti akan agama, lebih merasakan hadirnya keluarga baru ketika yang jauh dari keluarga, memberikan arti kebersamaan, saling berbagi dan saling menyayangi. Itulah islam, ajaran-ajaran keislaman begitu diterapkan dan terasa.
            Terakhir inilah pesanku “Wahai saudaraku, tetaplah bersamaku, bersama menyusuri dan menuju jalan kabaikan, teruslah berdakwah walau itu sangat sulit, karena jalan dakwah begitu indah”.

7 Makanan Khas Lebaran yang Melegenda

7 Makanan Khas Lebaran yang Melegenda

08.18
Oleh : Rizka Hanima H (Huda 1438H)
Editor : AF (Huda 1438H)

Sebentar lagi lebaran, kira-kira ingin masak hidangan apa ya untuk lebaran nanti? Hidangan lebaran pasti harus spesial dari biasanya, karena pada momen tersebut umumnya akan menjadi ajang silaturrahim antar tetangga, teman dan keluarga besar.

Selain ketupat ada banyak pilihan masakan yang bisa dihidangkan saat lebaran. Masakan atau lauk itu biasanya jadi teman sejatinya si ketupat. Ada yang berkuah santan, kuah bening, lauk kering, bakaran, hingga yang kaya bumbu. Sebenarnya hampir setiap daerah memiliki ciri khas sendiri dalam pemilihan hidangan lebaran. Meskipun begitu, secara umum masyarakat Indonesia pasti kenal sama makanan-makanan berikut ini. Apa saja sih makanan khas lebaran yang pas dan banyak disukai?

1. Opor Ayam

Olahan ayam termasuk hidangan yang banyak difavoritkan oleh semua kalangan. Opor ayam bisa dibuat dari ayam kampung maupun  ayam boiler. Hidangan berkuah santan ini memiliki sensasi rasa yang gurih dan nikmat sehingga cocok dihidangkan bareng ketupat ataupun nasi.

2. Rendang Daging (Sapi maupun Ayam)

Rendang juga merupakan hidangan khas lebaran yang cukup populer sepanjang masa. Bisa pilih daging sapi atau ayam untuk bahan rendang, karena keduanya memiliki rasa yang sama nikmatnya. Rendang tidak hanya cocok dimakan bareng ketupat, tapi juga nasi putih.

3. Sambal Goreng Udang atau Hati

Ketupat juga enak dihidangkan bersama hidangan pelengkap, seperti :sambal goreng . Untuk sambal goreng, bahannya bisa udang maupun hati. Agar lebih nikmat, kamu bisa menambahkan bahan lain, seperti kentang, telur puyuh, kikil dan lainnya. 

4. Sate Daging (Sapi, Ayam, & Kambing)

Sate juga termasuk hidangan khas lebaran yang popular sepanjang masa. Sate paling nikmat disajikan bersama ketupat. Kamu bisa memilih mau sate apa, ayam, kambing atau sapi. Bumbu kacang yang nikmat dan daging yang gurih akan membuat hidangan ini laris manis saat lebaran.

5. Soto

Soto juga termasuk satu hidnagan khas lebaran yang cukup popular sepanjang masa. Hampir setiap wilayah memiliki resep soto khas yang menggugah selera. Kamu bsia memilih mau buat soto apa untuk lebaran, karena baik ayam maupun daging sama-sama spesial dan memiliki daya tarik tersendiri.

6. Gulai 

Menu gulai juga termasuk hidangan khas lebaran yang cukup popular  dan melegenda. Gulai bisa dibuat dari bahan apa saja sesuai selera, baik daging kambing, ayam maupun sayuran. Gulai sangat cocok dihidangkan bareng ketupat, lebih lagi jika dilengkapi sate. Hem… djamin bakal nikmat banget.

7. Lodeh

Meski sederhana, namun lodeh juga termasuk hidangan khas lebaran yang popular looh… Lodeh nikmat disandingkan bareng ketupat dan tentunya bersama lauk favorit lainnya, misalnya : ayam goring, ikan goreng atau yang lainnya.

Nah, itu dia rekomendasi 7 makanan khas lebaran yang biasa disajikan bersama ketupat ataupun nasi. Tahun ini keluarga kalian bikin menu apa nih? Atau ada rekomendasi menu khas derah lainnya untuk hidangan lebaran? Yuk share hidangan lebaran favorit kalian!