Smart Before Fasting

Smart Before Fasting

07.54

Pemateri : Ust. Dr. H. Wido Supraha
[Press Release Kajian #Sans]
Jakarta, 17 Mei 2018 – Pada hari ini Pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar, salah satu departemen yang ada pada Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi telah mengadakan kajian islam rutin mereka yang bernama #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada hari Kamis 17 Mei 2018, pukul 16:00 s.d 17:30 yang bertempat pada selasar Lt. 3 Musholla Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.
Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul "Smart before fasting". Narasumber pada kajian ini ialah Ust. Dr. H. Wido Supraha akan membahas tentang kiat-kiat atau sekitar Sunnah yang ada seputar Ramadhan
Diawali dengan membahas hakikat bulan Ramadhan sambil membangkitkan semangat, bahwasannya bulan Ramadhan itu adalah bulan jihad, perjuangan, amal prestasi dan bukan lagi sekedar bulan pembelajaran. Dan janganlah bahagia hanya sekedar mendengar adzan magrib saja. Selalu akhiri dengan amal terbaik pada apa yang telah dimulai. Dan satu hal yang jelas, amalan di bulan puasa dilipat gandakan pahalanya
            Dilanjutkan dengan pembahasan Sunnah-sunnah di bulan Ramadhan, yaitu
1. Akhirkan sahur
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Segera berbuka
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” Hadits no. 658 dari kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar

3. Nikmati berdiri di tengah malam
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101)

4. Membaca Al-Qur'an
Dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “ Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Alqur’an berkata: “ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan shalat memberi syafaat kepadanya. ( HR. Ahmad)

5. Dzikir
“Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Engkau berpisah dari dunia dalam keadaan lisanmu basah dengan berdzikir pada Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih. Lihat Misykatul Mashobih)

6. Ziswaf  (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.'” (HR. Muslim no.1151)

7. Perbanyak amal shalih
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”


8. MENINGGALKAN SEGALA YANG MUBAH
Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

9. Berdiam di Masjid
Dari Aisyah ra: “Adalah nabi SAW melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan ALLAH SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh para istri beliau SAW setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10 hari terakhir & i’tikaf di masjid-masjid, hadits no. 2026)

10. Mencari malam lailatul qadr
dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 2014; Shahiih Muslim no. 761]
Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib


2/7/2018


OPEN REGIST LOMBA RASSA FIP ( Ramadhan Seru Bersama FIP )

OPEN REGIST LOMBA RASSA FIP ( Ramadhan Seru Bersama FIP )

02.13

🚀 OPEN REGIST LOMBA RASSA FIP ( Ramadhan Seru Bersama FIP ) 🚀

Assalamu'alaikum mahasiswa muslim FIP ✋

"Are you ready to join us di Lomba RASSA FIP tahun ini?😎 "
"Belom ready bang, gue masih ragu-ragu"
"Waduw, siap gak siap harus siap bro!"

 💫💫💫💫💫
"...Maka *berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan*. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sungguh Allah Maha kuasa atas segala sesuatu." (Q.S Al Baqarah : 148)
💫💫💫💫💫 

Kuy langsung daftarkan dirimu disini 👇
📣 Lomba Adzan 📣 
https://goo.gl/forms/ECpHyvPb7i37icPo1
💸Infaq : 10k
.
.
🎨 Lomba Kaligrafi 🎨
https://goo.gl/forms/lsVLdebUD74EuwXC3
💸Infaq : 10k
.
.
🎤 Lomba MHQ🎤
https://goo.gl/forms/Zht2AdkdTcrfeZoE3
💸Infaq : 10k
.
.
🎊 Lomba Hias Sekret 🎊
Untuk seluruh ORMAWA & OPMAWA FIP
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
.
.
Segera tentukan dan persiapkan dirimu untuk mengikuti lomba di bulan yang penuh berkah 🌜 
.
📱CP : Arini 081317067210 
#RASSAFIP1439H
#MERCUSUAR
#MeraihCintaAllahDanRosulNyaDiBulanRamadhan
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🐤 @tarbawi_fipunj
🌐 bit.ly/FormasiTarbawi
✅http://line.me/ti/p/%40rhv7262u
📷tarbawi_fipunj
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
#BersamaMenujuMadani
#SpiritOfNewGeneration
© FORMASI TARBAWI 1439H
Meraih Cinta Allah & RasulNya di Bulan Ramadhan

Meraih Cinta Allah & RasulNya di Bulan Ramadhan

06.38

Pemateri : Galuh Nadi
[Press Release Kajian #Sans]
Jakarta, 3 Mei 2018 – Pada hari ini Pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar, salah satu departemen yang ada pada Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi telah mengadakan kajian islam rutin mereka yang bernama #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada hari Kamis 3 Mei 2018, pukul 16:00 s.d 17:30 yang bertempat pada selasar Lt. 3 Musholla Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.
Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul "Meraih Cinta Allah & RasulNya di Bulan Ramadhan". Narasumber pada kajian ini ialah Ust. Galuh Nadi akan membahas tentang kiat-kiat yang ada seputar Ramadhan
Diawali dengan membahas ciri-ciri orang yang bersyukur, yaitu banyak amalan sholehnya. Apalagi dalam bulan puasa ini, orang akan saling berlomba-lomba dalam memperbanyak amalannya
            Dalam menyambut Ramadhan, ada 2 cara untuk menyambutnya yaitu
1.     Mengagungkan syi’ar Islam
2.     Amal Rasulullah SAW dan sahabat

Selanjutnya dibahas keurgensian kaum muslim dan Ramadhan, yaitu
1.     Merasa berat dengan hadirnya bulan Ramadhan. Orang ini akan merasa berat jika bulan Ramadhan datang
2.     Menganggap biasa dan hal rutin. Akan menganggap bahwasannya Bulan Ramadhan adalah bulan yang biasa saja, dan sebatas rutinitas setiap bulan
3.     Gembira dan merindukan. Akan senang dengan datangnya bulan Ramadhan dan merasa merindukan jika bulan Ramadhan akan pergi meninggalkan
Dalam menyambut bulan Ramadhan, seorang muslim haruslah berbahagia. Mengapa?
  1. Ramadhan akan menghapus dosa
  2. Ramadhan adalah musim berbuat kebaikan
  3. Ramadhan adalah bulan ukhuwah
  4. Terdapat malam lailatul Qadar di dalamnya, dengan syarat ber I’tikaf (memperbanyak ibadah, doa dan merenung)

Selanjutnya dibahas bahwa ada 5 langkah sukses dalam Ramadhan yaitu
  1. Menghayati hikmah puasa. Menghayati bahwa puasa terdapat hikmah tersendiri seperti
1)     Puasa itu perisai. Perisai bagi diri kita agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang
2)     Terdapat 2 kebahagaiaan bagi mereka yang berpuasa, yaitu bebas bau mulut di sisi Allah dan dijanjikan pintu surga khusus
3)     Puasa itu adalah ibadah milik Allah SWT. Antara hamba dan TuhanNya
Puasa melatih kita menjadi Ikhlas
  1. Memahami fiqih puasa. Segala hal tentang puasa dari pengertian, rukun, hal-hal yang membatalkan, dan lain-lain
  2. Menjaga selalu puasa kita
  3. Melakukan hal-hal Sunnah dalam puasa, diantaranya
1)     Perbanyak istighfar
2)     Sahur dan mengakhirinya  (Q.S Az-Zariyat)
3)     Menyegerakan berbuka
4)     Berbuka dengan kurma
5)     Do’a ketika berbuka (baik sebelum dan sesudah)
Selain itu terdapat hal-hal yang dapat mengganggu puasa kita, yaitu
1)     Marah dan emosi
2)     Berdusta
3)     Berkata keji
4)     Mendengar, melihat, dan mengatakan hal yang buruk
  1. Melakukan penghias dalam bulan ramadhan
1)     Shalat tarawih
2)     Tilawah dan tadarus Al-Quran
3)     Bersedekah
4)     I’tikaf Ramadhan
5)     Umrah, dakwah dan jihad
           
Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib

10/5/2018


Enjoy! Nikmatin Nikmatnya Hidup

Enjoy! Nikmatin Nikmatnya Hidup

09.42

Pemateri : Galuh Raga Paksi, S.Pd.
[Press Release Kajian #Sans]
Jakarta, 26 April 2018 – Pada hari ini Pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar, salah satu departemen yang ada pada Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi telah mengadakan kajian islam rutin mereka yang bernama #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada hari Kamis 26 April 2018, pukul 16:00 s.d 17:30 yang bertempat pada selasar Lt. 3 Musholla Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.
Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul "Enjoy! Nikmatin Nikmatnya Hidup". Narasumber pada kajian ini ialah Galuh Raga Paksi, S.Pd. akan membahas tentang bagaimana caranya menikmati nikmatnya hidup.
Diawali dengan membahas kutipan dari Umar bin Khattab sebagai pembuka yang berbunyi
“Jika sabar dan syukur adalah sebuah kendaraan, aku tidak peduli menaiki yang mana",
Seharusnya seorang muslim selalu enjoy, sabar dan ikhlas. Hal-hal yang berbau materialistis selalu dikaitkan dengan pendidikan, padahal tidak selalu seperti itu karena tidak ada orang yang bisa puas, maka tolak ukur sukses adalah tingkat kebermanfaatan kita.
            Selanjutnya dibahas tentang makna kebahagiaan, yang berarti bahagia itu adalah seputar rezeki, rezeki diberi umur panjang, dapat bernapas, dan masih dapat bekerja dll. Karena rezeki itu sendiri adalah kenikmatan yang hakiki, murni dari Allah SWT.

            Dihabas pula tentang dua cara pandang terhadap kehidupan, yaitu
  1. Hidup adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah lain
  2. Tidak ada yang berbahaya dari masalah hidup, yang bahaya adalah salah menyikapi. Salah menyikapi dari setiap masalah yang ada dalam hidup.

Bersyukurlah bila sesorang sedang mendapat ujian, sebagaimana yang terdapat pada Q.S Al-Baqarah : 155

Allah SWT berfirman:
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ  الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ  وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khoufi wal-juu'i wa naqshim minal-amwaali wal-anfusi was-samaroot, wa basysyirish-shoobiriin
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

            Dijelaskan juga dalam Q.S Al-Baqarah : 214

Allah SWT berfirman:
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ  مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ  اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
am hasibtum an tadkhulul-jannata wa lammaa ya`tikum masalullaziina kholau ming qoblikum, massat-humul-ba`saaa`u wadh-dhorrooo`u wa zulziluu hattaa yaquular-rosuulu wallaziina aamanuu ma'ahuu mataa nashrulloh, alaaa inna nashrollaahi qoriib

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

            Lalu bagaimana jika sudah berusaha dan berdo’a tetapi tetap gagal? Tetap disyukuri juga
Q.S. Al-Baqarah:216 sedang bekerja dalam dirimu
Allah SWT berfirman:
كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
kutiba 'alaikumul-qitaalu wa huwa kur-hul lakum, wa 'asaaa an takrohuu syai`aw wa huwa khoirul lakum, wa 'asaaa an tuhibbuu syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallohu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

            Pembahasan materi terakhir datang dari kebahagaiaan yang hakiki. Berawal dari Iman, Iman yang kuat akan membuat seseorang Istiqomah. Jika seseorang sudah Istiqomah, maka orang tersebut akan berani, tenang dan selalu optimis dalam kehidupan. Jika sudah begini, maka datanglah sebuah kebahagiaan yang hakiki
            Penyampaian materi ditutup dengan sebuah quote dari pemateri yaitu
You are too busy searching what you want in life, you don't realize what is waiting in after in life"

Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib

9/5/2018


Membangun Karakter Pemuda Islam Saat ini

04.48

Pemateri : Solehudin, S.pd
[Press Release Kajian #Sans online]
     Jakarta, 28 April 2018 – Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi mengadakan diskusi online dengan nama kegiatan Sans Online. Sans Online saat ini bertema ‘Membangun Karakter Pemuda Islami Saat Ini’. Materi Sans online dibawakan oleh Solehudin, S.Pd dan dimoderatori oleh R Muchamad Budi. Diskusi berlangsung dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

     "Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Fath 48: Ayat 29)

     Bagaimana akhlak islam ialah sesuai dengan akhlak al-Qur’an. Sosok yang patut untuk kita contoh dalam hal akhlak ialah Rasulullah SAW, karena akhlak beliau adalah akhlak Al-Qur'an. Karakter ideal seorang muslim ialah Rasulullah SAW, atau minimal kita bisa mencontoh sahabatnya.
Karakter pemuda ideal dalam materi tarbiyah adalah istiqomah dengan ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Berani: tidak takut kepada siapapun kecuali Allah SWT. Adapun kepada orang tua, guru, orang yang lebih tua dari kita, dan orang yang berilmu adalah hormat kepada mereka. Berani adalah tidak takut untuk menyuarakan kebenaran.
  • Tenang: tidak khawatir terhadap masa depan. Takdir Allah yang diterima oleh seseorang, maka orang yang istiqomah akan menanggapinya dengan positif.
  • Optimis: optimis bahwa Islam akan kembali kepada masa kejayaan sesuai dengan hadist Rasulullah SAW

     Untuk menghadapi pemuda muslim sekarang ini merupakan pemuda generasi milineal saat ini, perlulah menggunakan pendekatan seperti jaman sekarang yaitu lewat gadget. Dengan medsos kita dapat membagikan kebaikan, jikalau orang-orang banyak share kebaikan dan bisa melebihi keburukan, in syaa Allah dunia medsos aman. Tapi perlu pula diperhatikan di dunia yang sebenarnya, ajaklah untuk terus menebarkan kebaikan.

     Peran pendidikan yang dapat membentuk karakter pemuda Islam yaitu kembali ke Al-Qur'an. Itulah peran pendidikan saat ini yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan kejayaan ummat. Selain itu, kita perlu berkarya, karena dengan karya kita bisa kontribusi untuk Islam. Layaknya Mus'ab bin Umair, melakukan karya yang luar biasa yaitu mengislamkan Madinah sebelum hijrah. Dalam Pendidikan, untuk memupuk karakter islam ajarkan mula-mula dari membaca Al-Qur'an (mulai dari iqro). Kemudian pelan-pelan bisa diajarkan teladan keislaman kita seperti menghidupkan solat malam, solat berjama'ah, tilawah rutin, dll

     Pada dasarnya masalah karakter dalam umat islam sangatlah banyak. Namun kita bisa memperbaiki sedikit demi sedikit, mulai dari sekarang, dan dari diri sendiri. Kita juga perlu membekali banyak wawasan dengan banyak belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik dan dilandasi taqwa yang kuat tentunya. Namun yang terbesar dan sangat mungkin untuk kita bisa perbaiki adalah literasi.

     Pemuda adalah penggerak sebuah bangsa, maka jadilah pemuda yang memiliki otak yang cerdas dan fisik yang kuat serta Akhlak yang menjadi panutan. Dan sesibuk apapun kita di dunia perkuliahan, sesibuk apapun kita berkarya untuk organisasi kita, tapi tetaplah berkarya untuk agama ini, agama yang menyempurnakan seluruh akhlak manusia.

     "Bekerja keraslah untuk Islam melalui potensi diri. Kita semua punya potensi dan semua kita punya andil untuk membuat peradaban Islam menjadi maju lagi seperti dahulu kala. Kenalilah potensi diri kita dan berkaryalah untuk kemajuan Islam."
 - Solehudin S.Pd 

The Great Story of Muhammad SAW. Chapter : Childhood

The Great Story of Muhammad SAW. Chapter : Childhood

09.31

Pemateri : Ust. Hariyanto
[Press Release Kajian Islam UNJ Formasi Tarbawi feat KOMPI]
Jakarta, 3 April 2018 – Pada hari ini Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi FIP UNJ bersama KOMPI FPPsi UNJ telah mengadakan Kajian Islam UNJ. Kajian ini dilaksanakan dalam rangka kajian rutin mingguan yang mana pada hari ini Formasi Tarbawi bersama KOMPI telah diberikan kepercayaan oleh Lembaga Dakwah Kampus Salim UNJ untuk mengadakan kajian mingguan ini. Kajian ini dilaksanakan pada hari Selasa 3 April 2018, pukul 16:00 s.d 17:50 yang bertempat di selasar Masjid Nurul Irfan, Universitas Negeri Jakarta.
Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul "The Great Story of Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Chapter : Childhood". Narasumber pada kajian ini ialah Ust. Hariyanto akan membahas tentang masa kecil rasulullah pada 5 tahun pertama
Diawali dengan membahas meninggalnya sang ayah Muhammad ketika beliau masih dalam kandungan Aminah. Ketika Muhammad lahir, tanggal lahirnya ada pada 12 rabiul awal bertepatan pada tahun gajah. Di mana pada tahun tersebut terjadi penyerangan ke ka’bah yang dipimpin oleh abrahah dengan membawa pasukan gajah, dan pada saat itu juga Allah Subhanahu Wata’ala mengirimkan burung yang berbondong-bondong dengan membawa batu dari tanah liat yang dibakar.
            Ketika Muhammad lahir, ia tidak diasuh oleh ibundanya melainkan ia diasuh dan disusui oleh halimah assa’diyah dari bani sa’ad. Alasan Muhammad diasuh oleh perempuan dari bani sa’ad karena di tempat itu Bahasa arab masih murni, belum terkontaminasi oleh Bahasa-bahasa asing.
            Ketika sedang bermain dengan teman sebayanya di perkampungan bani sa’ad, Muhammad mengalami sebuah pengalaman luar biasa dalam hidupnya. Yaitu proses pembelahan dada yang dilakukan oleh malaikat Jibril untuk disucikan hatinya. Pada saat itu, anak-anak yang ada di sekitarnya merasa takut karena melihat keadaan Muhammad seperti dibunuh dan memberitahukan hal tersebut kepada halimah. Mendengar hal tersebut halimah merasa terkejut karena mendengar Muhammad dibunuh oleh seseorang, ia pun bergegas menemui Muhammad dan kembali terkejut karena melihat Muhammad dalam keadaan baik-baik saja.
            Setelah bersama ibu susuannya, Muhammad kembali kepada ibu kandungnya selama 2 tahun. Setelah 2 tahun itu pun Muhammad ditinggal ibu kandungnya meninggal.
Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.
Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Maghrib secara berjama'ah di Masjid Nurul Irfan.

27/4/2018


Don't be Silent, Ghouta is Burning!

Don't be Silent, Ghouta is Burning!

07.31
Pemateri : Ust. Ahmad Firdaus
[Press Release Kajian #Sans]
Jakarta, 19 April 2018 – Pada hari ini Pasukan KOPHASKA yang berada di bawah naungan Departemen Syi’ar, salah satu departemen yang ada pada Lembaga Dakwah Fakultas Formasi Tarbawi telah mengadakan kajian islam rutin mereka yang bernama #Sans. Kajian ini dilaksanakan pada hari Kamis 19 April 2018, pukul 16:00 s.d 17:30 yang bertempat pada selasar Lt. 3 Musholla Tarbiyatul ‘Ilmy, Gedung Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ.
Pada Kajian kali ini, dibawakan sebuah tema yang berjudul "Don't be silent, Ghouta is Burning". Narasumber pada kajian ini ialah Ust. Ahmad Firdaus akan membahas tentang bagaimana kabar yang ada di Ghouta dan cara menyikapinya.
Diawali dengan membahas apakah ada kemungkinan konflik di ghouta dapat diselesaikan melalui PBB sekaligus membahas dua negara besar yakni Amerika dan Rusia yang memiliki andil dalam konflik ini. Jika ditelisik dua negara ini memiliki sejumlah kesamaan, yaitu
  1. Masing-masing adalah anggota PBB
  2. Masing-masing memiliki hak veto
  3. Masing-masing mempunyai kepentingan
Dari ketiga kesamaan tersebut disimpulkan juga berbagai cara bagaimana kita untuk menyikapinya, yaitu
  1. Donasi ke lembaga yang sah
Langkah yang paling nyata untuk menyikapi ini semua adalah dengan cara berdonasi dalam bentuk uang, pakaian, maupun obat-obatan kepada lembaga yang sah
  1. Mendukung perjuangan mujahidin
  2. Memanfaatkan potensi Indonesia
Potensi yang dimaksud adalah Indonesia dalam hal ini terbebas dari segala kepentingan yang ada, dan dari kebebasan tersebut Indonesia dapat mendorong melalui PBB

Setelah penyampaian materi yang bermanfaat oleh narasumber dilakukanlah sesi tanya jawab bagi para peserta yang ingin bertanya. Dipilih 2 penanya masing masing dari ikhwan dan akhwat untuk menyampaikan pertanyaan kepada sang narasumber yang nantinya dijawab oleh narasumber.

Usai sesi tanya jawab, kajian ditutup dengan pemberian goodie bag oleh Mas’ul Tarbawi dan beberapa sambutan penutup oleh pembawa acara hingga akhirnya para peserta kajian meninggalkan tempat kajian dengan tertib